Halaman

Minggu, 25 November 2012

Editorial Buletin


Mari Bersaudara!

Semua manusia yang berpijak di dunia ini bersaudara. Orang di ujung dunia yang tak dikenal pun juga bagian dari saudara kita. Jika mereka tidak memiliki hubungan kekeluargaan, maka mereka adalah ukhuwah fi al-wathan, ukhuwah fi ad-din, atau ukhuwah basyariyah. Mereka memiliki keterkaitan batin dengan kita sebagai sesama hamba Tuhan.
            Persaudaraan yang tercipta diantara manusia kerap dinodai dengan noktah perselisihan. Perselisihan yang timbul akibat perbedaan. Perbedaan ini dipandang sebagai medium dan awal pembuka pintu perpecahan. Ini tidak hanya terjadi pada sekelompok manusia yang berbeda agama. Bahkan, saudara seimanpun seringkali mengalami perpecahan lantaran perbedaan yang terus merongrong.
Kita bisa lihat perpecahan yang sering terjadi pada umat Islam di Indonesia. Sudah berapa kali kerusuhan terjadi disebabkan oleh perbedaan pandangan antara satu kelompok Islam dengan kelompok Islam yang lain. Keberagaman yang ada dalam Islam dipandang sebagai pemicu perselisihan, bukan sebagai kekayaan yang terdapat dalam Islam.
Dalam komunitas kecilpun acapkali terjadi fanatisme radikal. Mereka memandang bahwa kebenaran hanya ada di pihaknya, bukan pada kelompok yang lain. Tidak hanya itu, di lingkungan yang dekat dengan kita ternyata juga tak luput dari potret perselisihan hanya karena perbedaan kecil. Perbedaan yang kecil itupun pada akhirnya merambat pada perselisihan yang besar.
Inilah yang mesti kita sadari sejak hari ini, detik ini. Menyadari bahwa sebenarnya kita tak perlu memacu perselisihan dan perpecahan hanya karena perbedaan, sebab sejatinya, perbedaan adalah warna yang melengkapi indahnya pelangi hidup kita. Mari kita bergandengan tangan, bersaudara sejak hari ini, besok, lusa dan kehidupan selanjutnya! J (El_@rief)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar