Tradisional yang Modern
Berada di zaman
modern seperti saat ini, tentu semua orang tidak mau disebut katrok, udik,
jadul atau sebutan lain yang cenderung konservatif. Mereka akan mengikuti
kemana arus zaman ini berjalan agar tidak mudah ketinggalan. Gaya hidup pun
akan berubah secara revolutif, mulai dari penggunaan gadget, cara berpakaian,
menu makanan, kendaraan, tempat hunian dan lain sebagainya. Sejak inilah semua
kebutuhan manusia modern terasa mudah didapatkan tanpa repot-repot menghabiskan
tenaga dan waktu yang banyak.
Namun,
kebanyakan orang menilai modernitas secara simplifikatif. Bisa jadi sesuatu disebut
modern karena itu konkrit dan tidak disebut modern karena itu abstrak. Padahal,
terkadang tidak demikian sesungguhnya. Seringkali kita mudah mengklaim orang
itu modern ketika berpakain necis padahal bisa jadi pola pikirnya
tradisionalis. Sebaliknya, orang yang bersarung cenderung dikatakan tradisional
padahal secara akal sangat rasional. Jadi, modern tidaknya seseorang tidak bisa
dinilai sesederhana begitu.
Orang desa
kerap dikatakan tradisional dan masyarakat urban disebut modern berdasarkan
penilaian yang konkrit. Padahal kalau mau jujur, pemikiran orang desa kadang jauh
lebih progresif dan modern daripada orang kota. Pakaian dan tempat tinggal yang
sederhana tidak lantas mengindikasikan seseorang jauh dari modernitas dalam
pengertiannya yang universal. Justru modern yang abstrak itulah yang kadang
menyelamatkan. Lalu sekarang terserah kita, mau pilih tradisional yang modern
atau modern yang tradisional?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar